Sudah melewati minggu pertama di korporasi baru ini, belom banyak yang bisa gue simpulkan. Gue belom nge-grip sama yang disini. Belom punya temen yang bener-bener bisa dipercaya dan belom ada kegiatan casual yang bisa bikin gue tau apa isi dibalik topeng-topeng ini. Udah dua sesi futsal gue gak bisa join. Pertama gara-gara itu terjadi di first day, gak mungkin juga kan pas hari pertama udah bawa-bawa sepatu futsal kekantor. Yang kedua harusnya hari ini, tapi karena sepertinya udah banyak kerjaan dan kondisi badan lagi ngedrop, sepertinya gue absen lagi, gagal lagi deh ngejajal kemampuan anak-anak ini. Makin sakaw deh sama futsal. Nasib.
Gue mau coba ceritain gimana kerjaan lama gue sebagai konsultan, tepat sebelum kerja disini. Gue belom konsultan sih tepatnya, yang konsultan itu bos-bos gue yang udah punya izin praktek. Gue waktu itu cuma karyawan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi perpajakan, mungkin itu bahasa resminya. Lalu, beberapa orang pada heran apa sih yang kami kerjain sampe kadang harus pulang pagi. Karena kalo di perusahaan pada umumnya jam kerjanya adalah 8 to 5, kalo di konsultan bisa dibilang no limit.
Di kantor konsultan, kerjaannya sebenernya gak seribet dan sedetail di perusahaan pada umumnya. Cuma ya banyaknya naujubile. Sampah di bantar gebang aja kalah banyak. Pekerjaan kami adalah membantu klien kami, yaitu perusahaan-perusahaan atau perorangan dalam menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Kami membantu bikinin hitungan pajak atau perencanaan pajak yang meminimalisir pengeluaran klien tapi tetap berada pada koridor aturan yang berlaku (cie elaahh preettt...bahasanya bahasa diktat kuliah manajemen perpajakan banget sih). Kami juga ngebantuin klien yang sedang mengalami kasus perpajakan dengan kantor pajak. Kalo banyak yang bilang kerjaan kami merugikan negara karena jadi bikin klien kami bayarnya sedikit, itu gak sepenuhnya benar. Kami bekerja apa adanya, kalo emang harus bayar ya bayar, tapi kalo emang gak ada yang harus dibayar ya jangan disuruh bayar dong. Pokoknya, kita menjembatani kepentingan negara dan warganya deh. (Preeettt lagi - ini blog personal apa blog pajak sih).
Satu orang tuh bisa pegang sampe 10 klien untuk ngerjain kerjaan tahunan, dan tambahan beberapa company lagi untuk kerjaan harian dan bulanan, dan semakin bagus kerja lo biasanya semakin banyak lo dikasih kerjaan sama bos lo. Ada lagi kerjaan yang sifatnya case by case atau tax dispute. Dan di konsultan itu kita kerjanya sama banyak bos. Itu yang sering bikin pusing. Dengan karakter bos-bos yang beda-beda tapi kebanyakan demanding, kitalah yang sebagai cecunguk kacung kampret jadi kalang kabut. Mereka gak peduli gimana kita harus nyelesain kerjaan yang mereka kasih, mau pulang kek mau gak pulang kek, mau buka kamar di hotel sebelah kek yang penting kerjaan mereka beres dan nama mereka selamat. Yah mereka sebenernya begitu karena tuntutan sih. Selalu ada atasan diatas atasan. Nah, atasannya atasan itulah yang membuat atasan kita jadi demanding. Kita punya masalah, begitupun mereka. Begitulah keadaannya. Life is hard, and it's getting harder.
Sering kali ada hari dimana kita low-loaded di pagi hingga siang hari. Logis dong kalo kita berharap bisa pulang tenggo. Disinilah drama terjadi. Rencana-rencana indah yang udah kita susun sama pacar atau istri, atau mau kongkow sama temen-temen lama, atau mau main futsal jadi pudar byar. Tiba-tiba setengah jam sebelum pulang datanglah email berisi data dari klien, dan klien itu dengan seenak udelnya bilang. "Please return to us with the updated calculation by tomorrow morning." Dan bos kita otomatis langsung pasang gembok didepan pintu serta barikade penghalang didepan lift supaya kita gak bisa pulang. Lebay? yaiyalah lebay, kalo gak lebay ya jangan jadi penulis, jadi konsultan aja. Hahaha.
Salah satu yang bikin stress lainnya adalah target. Sehubungan dengan ini, setiap konsultan mungkin memiliki tools masing-masing untuk mengukur kinerja karyawannya. Kami menggunakan sebuah software yang sudah kesohor namanya, sebut saja SUP. Dengan program itu, kami diberi target minimum 65% utilization target. Maksudnya waktu kami setiap harinya harus dialokasikan minimal 65% untuk pekerjaan yang chargeable. Apa maksudnya chargeable? Itu mengacu pada pekerjaan yang efektif kita lakukan untuk klien kita. Kadang kita terlena sama yang namanya ngobrol sama temen, ke toilet, beres-beres meja, browsing, ngegosip, ngurus outing atau ngemil. Dan semua itu bukanlah masuk hitungan chargeable hours. Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus dicatat di time report yang terkoneksi dengan SUP itu. Dan jika kita gak mengisinya, konsekuensinya sungguh kejam, yaitu gaji kita akan ditahan! Kasian ya, udah disuruh kerja capek-capek, eh gara-gara gak ngisi laporan malah gak digaji. Nasib.
Umumnya setiap pekerjaan memiliki standar fee yang dipatok. Nah, jika kita kerja terlalu lama, perusahaan akan menagih klien terlalu besar dari yang sebelumnya disepakati di proposal. Perusahaan tidak mau itu terjadi, maka solusinya mereka menghapus-hapus yang dinamakan WIP (Work in Process) yang mencakup pekerjaan kita yang over-charged itu. Hal inilah yang mempengaruhi jumlah penerimaan (revenue) perusahaan. Kalo revenue turun atau tidak mencapai target, siap-siap aja dapet bonus ala kadarnya, siap-siap aja dapet kata-kata pelipur lara dari bos, siap-siap aja gak ada outing. Dan yang tadi, kalo kita kebanyakan charge di time report, kita bisa aja dipanggil manager lalu ditanyain. "Kok elo banyak banget sih nge-charge buat pekerjaan ini? Apa iya selama itu ngerjainnya?"
Selain fakta itu, kami dihadapkan pada penilaian kinerja setiap akhir tahun buku. Disinilah nasib kami ditentukan berdasarkan hasil kerja kami selama setahun. Syarat-syarat kuantitatif macam target minimum 65% utilization maupun training hours jadi patokan pertama. Selanjutnya adalah hal lainnya menyangkut kinerja, pencapaian-pencapaian tertentu dan juga hubungan dengan atasan. Disini atasan seperti dewa yang bisa menentukan nasib kita, hubungan jelek dengan mereka bisa berakibat tidak tertolongnya kita pada rapat tahunan promosi jabatan. Dan bagi sebagian orang, jabatan ini adalah segalanya. Perasaan kecewa jika tidak dipromosi memang hal wajar, tapi menjadi tidak wajar kalau segala sesuatunya dikaitkan dengan hal ini. Saya pernah terjebak di sebuah percakapan di taksi. Pas mau turun dan bayar ongkos, salah seorang teman bilang. "Eh elo yang udah senior masa bayarnya lebih kecil daripada yang masih junior." Sakit kan?
Buat orang yang berambisi akut itulah kadang-kadang mereka bersikap menyebalkan dan tidak seperti dirinya yang asli. Jabatan yang membutakan membuat orang baik bisa berubah 180 derajat. Hal itu mungkin juga berpengaruh kepada pembawaan masing-masing atasan. Ada yang cerewet ada yang kalem, ada yang masa bodo ada yang bijak, ada yang cool ada yang moody.
Dan dalam situasi jeleknya, saat kita melakukan pekerjaan untuk Manager A, lalu datang Manager B menambah pekerjaan kita, dan selanjutnya Manager C menanyakan progress pekerjaannya. Disini memang seperti tabu ya nolak kerjaan. Saat kita sedang follow-up pekerjaan dari Manager C karena dia bilang "Tolong dong di follow up, udah mau deadline nih." Tiba-tiba Manager A datang "Eh, gimana yang kemaren gue suruh udah selesai belom?" Belom lagi manager B yang tiba-tiba email dan Cc ke Partner (bosnya Manager) yang bilang "Please send me your working paper for my review by today!" dan tidak lupa juga di email itu ditambahkan "pentungan" atau tanda seru merah ber-icon "High Important" Belom lagi kalo ketemu klien yang bawel, orang pajak yang keras atau auditor yang suka nge-push. Gimana gak mabok tuh? Hahaha.
Tingkatan stres tinggi bikin kita lupa sama kehidupan diluar kantor, karena 80% hidup kita sepertinya harus tercurah disini. Jiwa, raga, social life, dan segalanya kita serahkan kepada kantor. Believe it or not, banyak yang kisah asmaranya terombang ambing gara-gara pasangannya terlalu sibuk kerja, lebih milih kerja daripada pacaran. Kalo lagi sibuk, jangan coba-coba nelpon kami, karena kami gak akan segan-segan buat cuekin. Telpon yang kami sudi untuk terima hanya telpon dari klien, orang yang kami bersedia untuk ajak bicara hanyalah bos kami. Harsh reality. We are practically married to our job.
Sisi positifnya, kami juga makin deket sama teman seperjuangan. Seringnya lembur bareng dan susah bareng-bareng emang gak heran kalo kami jadi super kompak. Ada benernya kalo lingkaran pertemanan di konsultan ya bener-bener sama temen kantor aja, karena yang bisa ketemu tiap hari ya memang itu-itu saja. Bersama teman-teman inilah kami gak mengenal istilah sikut-sikutan, yang ada malah saling membantu. Usia yang gak terpaut jauh juga bikin cepet nyambung dan deket. Hal inilah yang umumnya bikin kita tetep bertahan dikantor konsultan. Semua teman saya pada umumnya bilang "Cuma lingkungan yang bikin gue bertahan disini."
Bekerja di konsultan, jika dipandang dengan bijak dan berimbang, juga menghasilkan kesempatan dan kompetensi yang lebih besar. Kebiasaan dan etos kerja tinggi yang tertanam sejak bekerja di konsultan, akan membentuk kita menjadi pekerja yang bisa diandalkan. Kebiasaan berada dibawah tekanan, akan menjadikan kita pekerja yang tangguh dan tahan banting. Banyak pula figur yang patut dicontoh disini. Para bos kami yang teliti, detail, smart, sabar, tangguh dan hebat adalah sosok-sosok yang kami temui sehari-hari, dan banyak hal yang bisa kami contoh keteladanan dari mereka (mestinya sih begitu ya)
Itulah The Consultant. Ibarat tentara, mereka adalah Kopasus, mereka bekerja diluar kebiasaan dan jam kerja mereka diluar kewajaran. Dan mereka yang mampu mencapai tahap kesuksesan di dunia itu patut berbangga. Segala pengorbanan, pasti ada hasilnya. Mereka mirip Jose Mourinho. The special one. Untuk para istri, suami, pacar, gebetan, orang tua, kakek, nenek sabar ya. Doa kami cuma dua pilihannya, kuatkan kami bertahan disini, atau keluarkan kami dari sini.
Sekian dulu.
Kamis, 08 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Dunia menurut saya
Semua orang punya aspirasi, punya impian dan imajinasi. Atau jikapun tidak, semua orang pasti punya ketidakpuasan atas apa yang terjadi, dan berharap suatu keadaan yang lebih baik.
Bagaimana jika lo suatu saat bangun dari tidur lo bukan sebagai elo. Bagaimana jika suatu pagi lo bangun menjadi orang lain, menjadi seseorang yang sangat berkuasa. Elo adalah seseorang yang bisa melakukan apa yang elo mau, bisa mendapatkan apa yang elo inginkan. Elo bisa nyebut diri sebagai raja, kepala suku, panglima tertinggi, sultan, khalifah, paus, kaisar, atau apapun itu. Lalu, seperti apakah elo membentuk "dunia" versi elo? Berikut adalah versi gue.
1. Sepakbola adalah prioritas. Ideologi adalah sepakbolaisme, dengan agama sebagai pedoman hidup, dimana pencapaian tertinggi seseorang bukanlah diukur dari berapa banyak kekayaannya, tapi seberapa besar kontribusinya terhadap sepakbola. Dalam 1 kelurahan, gue akan perintahkan untuk membangun 5 sekolah sepakbola dengan standar tertinggi, dimana setiap sekolah tersebut memiliki sebuah lapangan sepakbola. Sepakbola jadi mata pelajaran wajib yang setara sama ilmu sains, bahasa dan sosial. Pendeknya bisa dibilang sebagai negara islam sepakbola.
2. Musik adalah rock. Gue akan mengharamkan lagu mellow dan menye-menye dan lagu-lagu berlirik pesimistis dan penghancuran diri. Musik harus cepat, keras dan bersemangat dengan lirik yang optimis. Lagu kebangsaan harus berirama rock.
3. Akal sehat adalah keharusan dalam bermasyarakat. Gue akan bikin mahal harga rokok dan harga minuman keras dan memerangi hal-hal ngaco lainnya seperti judi dan penyakit masyarakat lainnya (you know what). Makanan juga diperhatiin. Harga msg, bahan pengawet dan harga-harga makanan berlemak harus mahal.
4. Ekonomi bukanlah kapitalisme. Tidak ada konglomerasi, karena para konglomerat itu akan gue paksa menyumbang dalam jumlah besar kepada negara. Mereka akan gue suruh bantu para pengusaha kecil lokal, kurangi impor dan perkuat sektor UKM. Gak ada tuh cerita eksploitasi kekayaan alam oleh bangsa(t) asing. Perbaiki kompensasi guru, tentara, polisi dan pegawai negeri.
5. Batasi motor dan naikkan harga, pajak dan parkir mobil. Maksimalkan mass transportation. Perketat ujian SIM, gak ada tuh SIM nembak.
6. Hukum berat koruptor, kalau perlu mati. Hukum berat pula pengedar dan pemakai narkoba, pembunuh, pemerkosa dan perusak alam. Jadikan mereka orang-orang laknat. Tempatkan mereka di penjara seumur hidupnya.
7. Hapuskan sinetron, infotainment dan reality show sampah dari tv. Larang acara musik pagi yang bikin anak sekolah bolos. Perbanyak acara pengetahuan, sejarah, film action, dan tentunya film tentang sepakbola.
8. Atur ormas-ormas. Gak boleh ada ormas kalau visi & misinya gak jelas, gak boleh ada ormas yang anggotanya pengangguran.
9. Agama adalah nilai-nilai yang wajib dipegang seluruh masyarakat. Semua orang harus taat beragama tanpa kecuali. Paham-paham atheisme dan sekularisme dibuang jauh-jauh. Hari jumat, sabtu, minggu adalah hari libur untuk beribadah dan jalan-jalan.
10. Wajib militer diberlakukan tanpa kecuali buat warga yang sehat. Penelitian di bidang militer diperbanyak, alat tempur diperkuat, bentuk badan agensi dan mata-mata.
11. Mata pelajaran wajib buat anak-anak sekolah adalah matematika dan ilmu sains, ilmu ekonomi, hukum, seni, politik, sastra, sejarah, sosial, agama dan olahraga. Ujian kelulusan adalah membuat project dari masing-masing konsentrasi.
12. Kurangi mal, perbanyak sarana olahraga, seni, perpustakaan dan agama. Bentuk masyarakat yang suka dan fanatik sama olahraga, membaca, seni dan taat beragama. Kegiatan orang-orang ya gak jauh dari 4 hal itu.
13. Berlakukan jam malam buat para perusahaan. Gak ada tuh slavery, gak ada tuh nyuruh orang kerja sampe pagi. Gak boleh juga tempat hiburan buka sampe tengah malam. Batas masuk tempat hiburan adalah umur 22 keatas. Gak boleh juga anak muda keluar malam keliaran atau nongkrong gak jelas.
14. Gue gak akan mengharamkan poligami, cuma bakal mempersulitnya. Semua harus mahal buat urusan itu, dan harus dipersulit semaksimal mungkin.
15. Hubungan beragama gak boleh merugikan. Gak boleh ada pengajian yang nutup jalan, gak boleh ada penyebaran agama secara paksa.
16. Di tiap kelurahan ada 1 sekolah gratis hasil pembiayaan pemerintah yang menampung sebagian besar anak-anak. Lalu ada program sekolah unggulan yang dibiayai oleh pengusaha-pengusaha di setiap kota. Hal sama berlaku buat pelayanan kesehatan.
Yah mungkin masih banyak ya hal-hal lainnya yang belom kepikiran, tapi pastinya itu adalah garis besarnya. Ini versi gue lho, elo juga boleh bikin versi lo. Who cares if you disagree. Inilah dunia saya yang idealis dan utopis. Ini juga bukan propaganda atau apapun, dan gue bikin ini karena ini adalah pemikiran pribadi aja, tanpa berharap siapapun ngikutin, atau bahkan membaca ini. :)
Bagaimana jika lo suatu saat bangun dari tidur lo bukan sebagai elo. Bagaimana jika suatu pagi lo bangun menjadi orang lain, menjadi seseorang yang sangat berkuasa. Elo adalah seseorang yang bisa melakukan apa yang elo mau, bisa mendapatkan apa yang elo inginkan. Elo bisa nyebut diri sebagai raja, kepala suku, panglima tertinggi, sultan, khalifah, paus, kaisar, atau apapun itu. Lalu, seperti apakah elo membentuk "dunia" versi elo? Berikut adalah versi gue.
1. Sepakbola adalah prioritas. Ideologi adalah sepakbolaisme, dengan agama sebagai pedoman hidup, dimana pencapaian tertinggi seseorang bukanlah diukur dari berapa banyak kekayaannya, tapi seberapa besar kontribusinya terhadap sepakbola. Dalam 1 kelurahan, gue akan perintahkan untuk membangun 5 sekolah sepakbola dengan standar tertinggi, dimana setiap sekolah tersebut memiliki sebuah lapangan sepakbola. Sepakbola jadi mata pelajaran wajib yang setara sama ilmu sains, bahasa dan sosial. Pendeknya bisa dibilang sebagai negara islam sepakbola.
2. Musik adalah rock. Gue akan mengharamkan lagu mellow dan menye-menye dan lagu-lagu berlirik pesimistis dan penghancuran diri. Musik harus cepat, keras dan bersemangat dengan lirik yang optimis. Lagu kebangsaan harus berirama rock.
3. Akal sehat adalah keharusan dalam bermasyarakat. Gue akan bikin mahal harga rokok dan harga minuman keras dan memerangi hal-hal ngaco lainnya seperti judi dan penyakit masyarakat lainnya (you know what). Makanan juga diperhatiin. Harga msg, bahan pengawet dan harga-harga makanan berlemak harus mahal.
4. Ekonomi bukanlah kapitalisme. Tidak ada konglomerasi, karena para konglomerat itu akan gue paksa menyumbang dalam jumlah besar kepada negara. Mereka akan gue suruh bantu para pengusaha kecil lokal, kurangi impor dan perkuat sektor UKM. Gak ada tuh cerita eksploitasi kekayaan alam oleh bangsa(t) asing. Perbaiki kompensasi guru, tentara, polisi dan pegawai negeri.
5. Batasi motor dan naikkan harga, pajak dan parkir mobil. Maksimalkan mass transportation. Perketat ujian SIM, gak ada tuh SIM nembak.
6. Hukum berat koruptor, kalau perlu mati. Hukum berat pula pengedar dan pemakai narkoba, pembunuh, pemerkosa dan perusak alam. Jadikan mereka orang-orang laknat. Tempatkan mereka di penjara seumur hidupnya.
7. Hapuskan sinetron, infotainment dan reality show sampah dari tv. Larang acara musik pagi yang bikin anak sekolah bolos. Perbanyak acara pengetahuan, sejarah, film action, dan tentunya film tentang sepakbola.
8. Atur ormas-ormas. Gak boleh ada ormas kalau visi & misinya gak jelas, gak boleh ada ormas yang anggotanya pengangguran.
9. Agama adalah nilai-nilai yang wajib dipegang seluruh masyarakat. Semua orang harus taat beragama tanpa kecuali. Paham-paham atheisme dan sekularisme dibuang jauh-jauh. Hari jumat, sabtu, minggu adalah hari libur untuk beribadah dan jalan-jalan.
10. Wajib militer diberlakukan tanpa kecuali buat warga yang sehat. Penelitian di bidang militer diperbanyak, alat tempur diperkuat, bentuk badan agensi dan mata-mata.
11. Mata pelajaran wajib buat anak-anak sekolah adalah matematika dan ilmu sains, ilmu ekonomi, hukum, seni, politik, sastra, sejarah, sosial, agama dan olahraga. Ujian kelulusan adalah membuat project dari masing-masing konsentrasi.
12. Kurangi mal, perbanyak sarana olahraga, seni, perpustakaan dan agama. Bentuk masyarakat yang suka dan fanatik sama olahraga, membaca, seni dan taat beragama. Kegiatan orang-orang ya gak jauh dari 4 hal itu.
13. Berlakukan jam malam buat para perusahaan. Gak ada tuh slavery, gak ada tuh nyuruh orang kerja sampe pagi. Gak boleh juga tempat hiburan buka sampe tengah malam. Batas masuk tempat hiburan adalah umur 22 keatas. Gak boleh juga anak muda keluar malam keliaran atau nongkrong gak jelas.
14. Gue gak akan mengharamkan poligami, cuma bakal mempersulitnya. Semua harus mahal buat urusan itu, dan harus dipersulit semaksimal mungkin.
15. Hubungan beragama gak boleh merugikan. Gak boleh ada pengajian yang nutup jalan, gak boleh ada penyebaran agama secara paksa.
16. Di tiap kelurahan ada 1 sekolah gratis hasil pembiayaan pemerintah yang menampung sebagian besar anak-anak. Lalu ada program sekolah unggulan yang dibiayai oleh pengusaha-pengusaha di setiap kota. Hal sama berlaku buat pelayanan kesehatan.
Yah mungkin masih banyak ya hal-hal lainnya yang belom kepikiran, tapi pastinya itu adalah garis besarnya. Ini versi gue lho, elo juga boleh bikin versi lo. Who cares if you disagree. Inilah dunia saya yang idealis dan utopis. Ini juga bukan propaganda atau apapun, dan gue bikin ini karena ini adalah pemikiran pribadi aja, tanpa berharap siapapun ngikutin, atau bahkan membaca ini. :)
Selasa, 21 Februari 2012
For the irreplaceable ones in my life
Time flies, it's been 4 years. Kantor ini udah memberi gue banyak hal, dari memberi makan, memberi jalan-jalan, dan memberi banyak ilmu. Kantor ini juga membuat gue sadar bahwa dunia pajak inilah rejeki gue walaupun gue gak bagus disitu. Kantor ini lebih dari sekedar kantor.
I'll always remember saat-saat kumpul bareng. Berangkat-pulang naek kereta pepes, gelantungan di bis 640, bertigaan naik BAjaj BIru, dan sekarang tiap pulang malem selalu nungguin juragan voucher. Naik taksi bagus empet-empetan di belakang. Semua semata demi gratisan.
Kegiatan keagamaan juga kita gak lupa. Buka puasa bareng (ditempat yang mahal), sahur bareng (terpaksa kalo emang lagi lembur), tarawih bareng (hari pertama doang), solat siang, solat sore (iya gak su??). Tapi ada yang kurang nih... Kapan kita bikin pengajian bareng dan bikin baksos bareng?? Ini adalah misi gue selanjutnya bersama kalian.
OBROLAN-OBROLAN ABSURD yang gak pernah kejadian (elo pada kadang terlalu percaya secara berlebihan - mungkin karena percaya teori "kebohongan yang dibicarakan berulang-ulang lama kelamaan akan menjadi kebenaran"), dari ngomongin diri sendiri sampai ngomongin orang... Dari sekedar kepo sama DP bbm orang sampai (sok) care sama teman yang bakal nikah... "Cewenya siapa yah, umurnya berapa yah..." bahkan dengan tingkatan ekstrem macam nge-googling nama pasangan orang. Yeah, we did that!
NONTON!! dari nonton bioskop, nonton bola, nonton konser musik. Gak lupa pula pengalaman suck Java Rock tahun lalu! What a dumbass! Hahaha.
NONGKRONG.. walaupun favorit gue di warjep, tapi gak bisa menghindari fakta bahwa favorit anak-anak adalah di Bar dan Cafe happening dengan musik-musik masa kini.
BELANJA! Inilah favorit anak-anak. Midnite sale? We're there. Dan pastinya kita lebih peduli sama diskon Zara daripada seorang Anies Baswedan. Kita juga belanja cerdas kok. Kita paling suka sama promo buy one get one dan diskon 50%. Buktinya, tiap hari kita bisa beli starbucks selama sebulan. Bos-bos pada geleng-geleng. Beda gaya sih sama anak divisi sebelah, mereka kalo kepengen ya beli, ngapain nunggu diskon. Ngumpulin stiker? Noo... Buat apa tuh ngumpulin begitu-begituan, gak kepikiran sama sekali tuh. Bicara divisi sebelah, mereka sih liat-liat showroom mobil, beda sama kita yang liat-liat barang diskonan.
Satu yang gak bisa lepas adalah MAKAN. Kita suka EAT FOR FUN dan seringnya sih EAT FOR LIVING. Dari mulai makan di pinggir kali sampai di resto jok empuk tapi porsinya porsi abang-abang, jajan mahal yang sekali beli seporsi eskrim bisa ngabisin 3 piring ojo lali. Kalo hari jumat tiba, jangan coba-coba ajak kami makan di pinggir jalan. Abis makan? Belom cukup dong. Aneka eskrim berlemak siap memanjakan lidah tapi menyiksa perut. Gendut? Bukan masalah.
JALAN-JALAN... Dari jalan-jalan keluar kota sampai keluar negeri. Naik mobil, kereta, pesawat. Naik perahu dan main air seperti kesukaan kalian (gue gak suka main air karena cuma bikin sempak basah. yiaakkk!!), barbeque nite, main paintball sebagai sarana balas dendam. "Saya cuma mau nembak MAS ANDRE." Demikian statement terkenal itu.
Kita juga SPORTY lho. Suka banget main futsal. Kita adalah MACAN SPARRING. Semua kantor BIG 4 kita udah kalahin. Tapi, kita selalu dibantai di kelas turnamen. Ini adalah kegagalan masif gue sebagai kapten kalian (padahal kapan juga gue mengajukan diri sebagai kapten). Supaya keren, kita kadang main basket. Hasilnya, gue sering kena 3 second violation (what the hell is that??) dan Beavis sering ngelempar bola ngelebihin ring basket. Begitu juga main bowling, kita juga kadang-kadang melakukannya. Inget Dodin yang kartun banget, dia kebawa bola pas ngelempar.
Seperti layaknya manusia, kita suka MUSIK. Kita latihan band, manggung (semua karena Kakak of course). Latihan band dengan basa-basi sebenernya kalian gak butuh drummer (butuhnya cajonner buat lagu-lagu mellow), tapi kalian baik sekali tetap mengajak saya yah (terharu...) Gue emang maksa kalian main rock, sebagai ganti kalian maksa gue ikutan karaoke yang sama sekali gue gak enjoy. Yaudah, semoga bisa lanjut deh project akustikannya yaa.. (Tapi kalo kalian maksa gue buat latihan lagi sih gue mau aja).
Kadang gue mikir, ini kantor apa sekolahan yak.. Kita suka main cela-celaan tanpa batas. Kalo gak kuat mental, pasti gak kuat kerja disini... Bukan karena kerja berat aja, tapi juga cela-celaan dahsyat yang harus diterima. Dari mulai celaan meaningless macam "Beavis, you suck!!" sampai celaan dari hati macam "Elo Sur, temen-temen lo udah punya mobil & rumah, lo punya apa?"
Kita juga terus kerja sampe pagi, field work ke kantor orang, jalan ke kantor pajak, ke pengadilan pajak, melipir... Gak jarang pula kita berantem dan berdebat. That's what makes us human being.
I'll always remember saat-saat kumpul bareng. Berangkat-pulang naek kereta pepes, gelantungan di bis 640, bertigaan naik BAjaj BIru, dan sekarang tiap pulang malem selalu nungguin juragan voucher. Naik taksi bagus empet-empetan di belakang. Semua semata demi gratisan.
Kegiatan keagamaan juga kita gak lupa. Buka puasa bareng (ditempat yang mahal), sahur bareng (terpaksa kalo emang lagi lembur), tarawih bareng (hari pertama doang), solat siang, solat sore (iya gak su??). Tapi ada yang kurang nih... Kapan kita bikin pengajian bareng dan bikin baksos bareng?? Ini adalah misi gue selanjutnya bersama kalian.
OBROLAN-OBROLAN ABSURD yang gak pernah kejadian (elo pada kadang terlalu percaya secara berlebihan - mungkin karena percaya teori "kebohongan yang dibicarakan berulang-ulang lama kelamaan akan menjadi kebenaran"), dari ngomongin diri sendiri sampai ngomongin orang... Dari sekedar kepo sama DP bbm orang sampai (sok) care sama teman yang bakal nikah... "Cewenya siapa yah, umurnya berapa yah..." bahkan dengan tingkatan ekstrem macam nge-googling nama pasangan orang. Yeah, we did that!
NONTON!! dari nonton bioskop, nonton bola, nonton konser musik. Gak lupa pula pengalaman suck Java Rock tahun lalu! What a dumbass! Hahaha.
NONGKRONG.. walaupun favorit gue di warjep, tapi gak bisa menghindari fakta bahwa favorit anak-anak adalah di Bar dan Cafe happening dengan musik-musik masa kini.
BELANJA! Inilah favorit anak-anak. Midnite sale? We're there. Dan pastinya kita lebih peduli sama diskon Zara daripada seorang Anies Baswedan. Kita juga belanja cerdas kok. Kita paling suka sama promo buy one get one dan diskon 50%. Buktinya, tiap hari kita bisa beli starbucks selama sebulan. Bos-bos pada geleng-geleng. Beda gaya sih sama anak divisi sebelah, mereka kalo kepengen ya beli, ngapain nunggu diskon. Ngumpulin stiker? Noo... Buat apa tuh ngumpulin begitu-begituan, gak kepikiran sama sekali tuh. Bicara divisi sebelah, mereka sih liat-liat showroom mobil, beda sama kita yang liat-liat barang diskonan.
Satu yang gak bisa lepas adalah MAKAN. Kita suka EAT FOR FUN dan seringnya sih EAT FOR LIVING. Dari mulai makan di pinggir kali sampai di resto jok empuk tapi porsinya porsi abang-abang, jajan mahal yang sekali beli seporsi eskrim bisa ngabisin 3 piring ojo lali. Kalo hari jumat tiba, jangan coba-coba ajak kami makan di pinggir jalan. Abis makan? Belom cukup dong. Aneka eskrim berlemak siap memanjakan lidah tapi menyiksa perut. Gendut? Bukan masalah.
JALAN-JALAN... Dari jalan-jalan keluar kota sampai keluar negeri. Naik mobil, kereta, pesawat. Naik perahu dan main air seperti kesukaan kalian (gue gak suka main air karena cuma bikin sempak basah. yiaakkk!!), barbeque nite, main paintball sebagai sarana balas dendam. "Saya cuma mau nembak MAS ANDRE." Demikian statement terkenal itu.
Kita juga SPORTY lho. Suka banget main futsal. Kita adalah MACAN SPARRING. Semua kantor BIG 4 kita udah kalahin. Tapi, kita selalu dibantai di kelas turnamen. Ini adalah kegagalan masif gue sebagai kapten kalian (padahal kapan juga gue mengajukan diri sebagai kapten). Supaya keren, kita kadang main basket. Hasilnya, gue sering kena 3 second violation (what the hell is that??) dan Beavis sering ngelempar bola ngelebihin ring basket. Begitu juga main bowling, kita juga kadang-kadang melakukannya. Inget Dodin yang kartun banget, dia kebawa bola pas ngelempar.
Seperti layaknya manusia, kita suka MUSIK. Kita latihan band, manggung (semua karena Kakak of course). Latihan band dengan basa-basi sebenernya kalian gak butuh drummer (butuhnya cajonner buat lagu-lagu mellow), tapi kalian baik sekali tetap mengajak saya yah (terharu...) Gue emang maksa kalian main rock, sebagai ganti kalian maksa gue ikutan karaoke yang sama sekali gue gak enjoy. Yaudah, semoga bisa lanjut deh project akustikannya yaa.. (Tapi kalo kalian maksa gue buat latihan lagi sih gue mau aja).
Kadang gue mikir, ini kantor apa sekolahan yak.. Kita suka main cela-celaan tanpa batas. Kalo gak kuat mental, pasti gak kuat kerja disini... Bukan karena kerja berat aja, tapi juga cela-celaan dahsyat yang harus diterima. Dari mulai celaan meaningless macam "Beavis, you suck!!" sampai celaan dari hati macam "Elo Sur, temen-temen lo udah punya mobil & rumah, lo punya apa?"
Kita juga terus kerja sampe pagi, field work ke kantor orang, jalan ke kantor pajak, ke pengadilan pajak, melipir... Gak jarang pula kita berantem dan berdebat. That's what makes us human being.
Ada pertemuan, ada perpisahan. Dan perpisahan itu gak selalu "goodbye", tapi juga "see you later". Karena kantor ini berada diatas mall paling happening dan paling banyak kaum "miring" di Jakarta, gue akan sering kesana. Gue juga gak menyangka bakal bertahan selama ini di sebuah korporasi yang well-established dengan visi TO BE THE STANDARD OF EXCELLENCE dan tersirat pula TO BE NUMBER ONE dengan resources unggul, dan dengan high rotation sewaktu-waktu bisa bikin kita fucked-up... padahal siapa gue. At least gue harap sih gue bisa jadi penggembira di waktu stress kalian, dengan cara gangguin kalian yang umumnya gak multi-tasking (wkwkwk emang enak...)
Gue kasih masing-masing empat kata sebagai testimoni gue buat sebagian besar orang disini. Walaupun 4 kata gak bakalan cukup.
Olga, you are always there. Melty, you are so loud. Shanty, you are so polos. Melli, you are Miss Payroll. Bombom, you are so fat. Zaini, (sometimes) you're hilarious. Hildut, you are always special. Lie, you are so brilliant. Ira, you're more shining now. Irni, you are so expressive. Aa Dikdik, you are so wise. Anyes, you are so keibuan. Ayam, you are so ambisius. Kamil, you are so alay. Dodin, you're cool with vest. Yos, you are getting licin. Mas Eki, you are always young. Deva, you are calon "Kakak". Aim, you are so rambo. Coach, you are so cool. Kania, you are so ROCK. Michi, you are so chidul. Buat yang lainnya belom kesebut, YOU ARE AMAZINGLY AMAZING.
And last but not least... Buat Susu, Toby & Beavis: Jadi gimana-gimana, Maaann??!! Asli asli asli. Elaahh. Preettt.
Dammit I'm gonna miss all that moment. I'm gonna hang out with bapak-bapak, emak-emak dan siap ngadepin segala kemungkinan yang mungkin mengejutkan. See you later, guys!
Dan gue tutup dengan "GUE SIH SENENG KALO TEMEN-TEMEN GUE SENENG.."
Olga, you are always there. Melty, you are so loud. Shanty, you are so polos. Melli, you are Miss Payroll. Bombom, you are so fat. Zaini, (sometimes) you're hilarious. Hildut, you are always special. Lie, you are so brilliant. Ira, you're more shining now. Irni, you are so expressive. Aa Dikdik, you are so wise. Anyes, you are so keibuan. Ayam, you are so ambisius. Kamil, you are so alay. Dodin, you're cool with vest. Yos, you are getting licin. Mas Eki, you are always young. Deva, you are calon "Kakak". Aim, you are so rambo. Coach, you are so cool. Kania, you are so ROCK. Michi, you are so chidul. Buat yang lainnya belom kesebut, YOU ARE AMAZINGLY AMAZING.
And last but not least... Buat Susu, Toby & Beavis: Jadi gimana-gimana, Maaann??!! Asli asli asli. Elaahh. Preettt.
Dammit I'm gonna miss all that moment. I'm gonna hang out with bapak-bapak, emak-emak dan siap ngadepin segala kemungkinan yang mungkin mengejutkan. See you later, guys!
Dan gue tutup dengan "GUE SIH SENENG KALO TEMEN-TEMEN GUE SENENG.."
Jumat, 10 Februari 2012
Never grow up, my friend!
"Main mulu sih kaya anak kecil!" Seru istri saya saat saya lagi asik-asiknya main game di konsol Playstation. Begitu pula saat saya sedang main game Football Manager atau melototin konser metallica di youtube sampai berjam-jam, itu juga bikin istri saya super heran dan geleng-geleng kepala. Saya yakin banyak istri-istri atau pacar-pacar yang komplain hal yang sama soal kebiasaan kami para pria ini.
Saya emang bukan orang yang kebapakan, yang doyan ngopi sambil baca koran, atau pakai baju berkerah dan sandal yongki komaladi layaknya seorang bapak-bapak. Saya lebih suka menyebut diri saya anak kecil udah yang punya istri, uang dan pekerjaan. Apa yang salah dengan menjadi anak kecil? Memiliki jiwa anak kecil menurut saya jauh lebih menyenangkan. Seorang anak kecil adalah sosok polos, jujur, blak-blakan dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Seorang anak kecil juga memiliki impian yang gak muluk-muluk tapi hasrat belajarnya tinggi.
Ada jeleknya juga kalo orang berpikir dirinya udah dewasa, udah bapak-bapak. Karena dengan demikian, orang itu akan memiliki sifat tertutup, tidak mau belajar dan merasa udah puas dengan apa yang dimilikinya. Selama dipandang dan dijalankan secara berimbang, saya yakin jiwa kekanakan akan banyak banget manfaatnya.
Saya adalah orang yang lebih suka didoakan untuk "stay young" atau "stay twenties" daripada "semoga tambah dewasa" saat ulang tahun, tapi sayangnya dari 28 tahun saya ngerasain ultah, gak pernah ada ucapan dan doa semacam itu. Umur itu cuma angka, dan jika kita memiliki cara pandang demikian, saya yakin kita akan terus menjadi pribadi yang lebih produktif dan tentunya lebih bahagia, karena rasa penasaran, jiwa yang bebas dan rasa tidak cepat puas itu.
Eric Cantona pernah bilang "Never grow up, my friend!" dalam iklan komersialnya. Dia mengucapkan kata-kata itu bukan tanpa arti. Dengan memiliki jiwa anak-anak, kita akan bebas berekspresi dan berkreasi tanpa rasa takut atau malu. Tapi bagaimanapun, semua itu memang pilihan.
Memang umur cuma angka, tapi kita gak bisa menghindari yang namanya penuaan. Sayapun merasakan betul faktor "u" ini di lapangan futsal saat apa yang ada di pikiran sudah tidak sinkron dengan gerakan kaki dan badan. Saya juga merasakannya saat duduk bersila di khotbah jumat, kaki rasanya banyak semutnya. Dan baru-baru ini, seorang teman yang membawa alat timbangan kesehatan mampu membuat galau orang sekantor. Kadar lemak tinggi, kadar air rendah, dan usia sel yang lebih tua daripada usia biologis adalah hasil yang umumnya didapat oleh teman-teman seprofesi pekerja kantoran setelah mencoba alat ini. Tua sebelum waktunya. Yah gimana gak cepet tua kalo sering pulang pagi selama bertahun-tahun.
Lalu jika sel-sel kita sudah tua sebelum waktunya, apakah kita juga tega membiarkan jiwa kita juga tua sebelum waktunya? Sekali lagi, itu pilihan.
Kamis, 09 Februari 2012
Passion and happiness
Intinya, buku-buku itu memiliki pertanyaan mendasar yang kurang lebih sama: "Are you happy?" Happiness atau kebahagiaan adalah sebuah terminologi sederhana dari apa yang dicari-cari oleh manusia. Tapi, gak semua orang bisa atau bahkan mau mengejarnya.
Gue udah ngumpulin definisi HAPPINESS dari orang-orang disekitar. "Happiness? Buat gue, itu adalah uang. Kalo punya uang, kita bisa beli apa aja yang kita mau." Kata seorang teman, yang diam-diam punya ambisi menjadi walikota di masa depannya. Lain lagi dengan pendapat seorang teman lainnya, yang berambisi menjadi partner (jabatan tertinggi di firma akunting) di masa depan. "Buat gue, yang penting itu jabatan. Karena jabatan berbanding lurus sama penghasilan. Kalau penghasilan besar, kita bakal happy." Lain lagi dengan definisi beberapa orang teman lainnya, yang bermimpi untuk melanjutkan studi keluar negeri dan menetap disana. Dengan studi keluar negeri, mereka berharap mampu membawa perubahan bagi negara ini sekembalinya dari studi mereka.
Entahlah, masing-masing orang punya definisi dan ukuran tentang kebahagiaan. Ada pula beberapa orang yang tadinya sangat passionate mengejar bidang yang disenanginya lalu banting setir untuk sesuatu yang sebenarnya kurang disukainya, tapi dia memang capable untuk mengerjakannya. Atau ada juga beberapa orang hebat yang mampu mengerjakan apa yang dia suka dan menjadikannya sebagai penopang hidup.
Hidup cepat berubah. Akan ada saat dimana hari-hari yang semula berisi banyak mimpi dan idealisme akan berubah menjadi kehidupan yang realistis, datar, membosankan, serba 'cari aman' dan serba 'cari yang pasti'. Pastinya seringkali hal itu mengabaikan kebahagiaan kita sendiri. Padahal, apapun yang dilakukan tanpa hati, hasilnya gak bakal bagus. Ditengah segala keharusan dan kebutuhan hidup yang pokok, akankah kita masih peduli sama passion?
Well apapun itu, pengalaman membawa gue kepada banyak hal. Banyak masukan dan saran dari orang-orang terdekat. Inti dari semua saran itu sebenernya mengerucut kepada satu hal, yaitu keberanian. Namun pertanyaan kembali muncul. Beranikah kita mengejar passion kita disaat kita sekarang tidak memungkinkan untuk mengejarnya? Apakah kita harus berhenti dari pekerjaan untuk mengejar kemana passion kita?
Gue mendapatkan rumusan yang cukup keren untuk orang-orang yang berada di situasi dimana passion tidak sejalan dengan realita. Rumusan yang dinamakan 70-20-10. 70 persen kita alokasikan untuk kegiatan yang mampu menopang hidup kita, kalau bahasa lugasnya, membuat dapur tetep ngebul. 20 persen kita alokasikan untuk kegiatan menghasilkan yang kita suka. 10 persen lainnya unutk kegiatan baru dan belum menghasilkan, tapi tidak membahayakan kegiatan 70 persen itu.
Kita gak pernah tahu masa depan kaya gimana. Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Siapa yang tahu 20 persen yang kita lakukan itu kelak berubah menjadi 70 persen? Misalnya, bisa jadi hobi fotografi kita menjadi profesi saat karya fotografi tersebut diapresiasi oleh banyak orang, yang kemudian meroketkan nama kita.
Yang jelas, kejarlah passion itu bagaimanapun kita akan sukses atau tidak. Karena passion adalah “makanan” untuk hati, dimana kita selalu bergairah dan bersungguh-sungguh mengerjakannya, walau tanpa imbalan sekalipun. Gak usah berharap suatu hasil dari pengejaran terhadap passion itu, karena dengan menjalankannyapun sudah bikin kita bahagia.
Bagaimana kalau kita terlambat atau bahkan belum tahu passion kita? Dari buku-buku yang gue baca, semuanya bilang: CARI. Bagaimana mencarinya? Cobalah think out of the box, cobalah untuk lebih banyak bergaul dan bersosialisasi, membuka diri, memperluas wawasan, membaca buku dan lainnya.
So, are you happy?
Are you wanna be happy?
Selasa, 07 Februari 2012
10 Lagu Terbaik
Musik dan lagu. I can say that I can't live without music, dan rasanya gak ada satu haripun gue lewatkan tanpa mendengarkan musik. Musik menemani gue bekerja, santai, menjelang tidur, berangkat kerja, juga menemani disaat senang, sedih atau marah. Pokoknya musik adalah selingkuhan gue dari sepakbola, nomor dua setelah sepakbola. Gue mau coba susun 10 lagu terbaik sepanjang masa menurut gue, dan pastinya itu subjektif. Lagu-lagu inilah yang sudah cukup lama gue dengar dan gak pernah gue bosan untuk mendengarkannya lagi dan lagi.
1. Sleeps with Butterflies by Tori Amos
Gak ada alasan spesifik gw suka lagu ini dan tanpa ragu gw taruh di urutan pertama. Ibarat cinta, gw langsung fell pertama kali denger lagu ini. Bukan karena liriknya, tapi lebih pada lantunan nadanya yg mendamaikan. This song really hit me, love it unconditioinally!
2. Bright Lights by Matchbox Twenty
Lagu rock ballad yg simple tapi megah di akhir lagu. Mengingatkan pada November Rain-nya GnR, tapi lebih simple. Liriknya mengingatkan pada seseorang, tapi bukan alasan utama gw menyukai lagu ini. Lagu ini penuh emosi didalamnya.
3. Can't Stop Loving You by Van Halen
Ini dia lagu paling bikin semangat. Hentakannya dahsyat, musiknya terdengar minimalis dan sangat catchy tapi sumpah ini adalah gabungan dari skill dahsyat maestro2 musik rock dunia yg sampai sekarang susah dicari tandingannya.
4. Always by Bon Jovi
Mungkin ini adalah salah satu lagu love ballad paling "membunuh" didunia. Teriakan Jon Bon Jovi dan permainan nge-blues Richie Sambora menjadi nyawanya. Ditambah lirik maut yg menghajar dengan membabi buta, lagu ini pantas dibilang fenomenal.
5. Bohemian Rhapsody by Queen
Rasanya semua setuju kalo lagu ini adalah lagu rock paling megah, dan hebatnya itu dibuat long time ago tahun 1975, bahkan gue belum lahir! kalo denger lagu ini seperti berada di pertunjukan opera yg megah. Liriknya menyayat dan musiknya keren!
6. Tornado of Souls by Megadeth
Ini adalah lagu metal terbaik yg pernah dibuat. Dave Mustaine benar2 jenius, begitu pula Marty Friedman yg menciptakan solo gitar terbaik disini. Gokil dan sangat metal!
7. The spirit of Radio by Rush
Mewakili genre progresif rock, lagu ini sangat sempurna komposisinya. Cuma bertiga dan mengguncang dunia. Sangat bersemangat dan menghibur, serta gak biasa.
8. Playing God by Paramore
Satu-satunya lagu era sekarang yang nyangkut terus di kepala gue. Lagu ini dimainkan oleh band ABG beraliran emo-rock, tapi entah kenapa gue suka banget lagu ini. Gue inget pernah dengerin lagu ini berulang-ulang dalam perjalanan 7 jam kereta api dari Jakarta ke Semarang dan hingga kini masih belum bosan
9. Butterflies and Hurricane by Muse
Ini dia lagu yg membakar semangat! Liriknya sangat provokatif menyuruh kita untuk melakukan yg terbaik untuk mengubah didunia, dan menjadi didengar dunia. Bahwa hidup ini seperti perang dimana setiap saat lo bisa terancam. Hebat!
10. Aku Disini Untukmu by Dewa
Dengan kord miring, Ahmad Dhani tetep bisa bikin love song yg catchy dan komersil, tapi tetep dengan lirik yg gak biasa. Sangan berkualitas sekaligus menyenangkan untuk mendengarnya.
1. Sleeps with Butterflies by Tori Amos
Gak ada alasan spesifik gw suka lagu ini dan tanpa ragu gw taruh di urutan pertama. Ibarat cinta, gw langsung fell pertama kali denger lagu ini. Bukan karena liriknya, tapi lebih pada lantunan nadanya yg mendamaikan. This song really hit me, love it unconditioinally!
2. Bright Lights by Matchbox Twenty
Lagu rock ballad yg simple tapi megah di akhir lagu. Mengingatkan pada November Rain-nya GnR, tapi lebih simple. Liriknya mengingatkan pada seseorang, tapi bukan alasan utama gw menyukai lagu ini. Lagu ini penuh emosi didalamnya.
3. Can't Stop Loving You by Van Halen
Ini dia lagu paling bikin semangat. Hentakannya dahsyat, musiknya terdengar minimalis dan sangat catchy tapi sumpah ini adalah gabungan dari skill dahsyat maestro2 musik rock dunia yg sampai sekarang susah dicari tandingannya.
4. Always by Bon Jovi
Mungkin ini adalah salah satu lagu love ballad paling "membunuh" didunia. Teriakan Jon Bon Jovi dan permainan nge-blues Richie Sambora menjadi nyawanya. Ditambah lirik maut yg menghajar dengan membabi buta, lagu ini pantas dibilang fenomenal.
5. Bohemian Rhapsody by Queen
Rasanya semua setuju kalo lagu ini adalah lagu rock paling megah, dan hebatnya itu dibuat long time ago tahun 1975, bahkan gue belum lahir! kalo denger lagu ini seperti berada di pertunjukan opera yg megah. Liriknya menyayat dan musiknya keren!
6. Tornado of Souls by Megadeth
Ini adalah lagu metal terbaik yg pernah dibuat. Dave Mustaine benar2 jenius, begitu pula Marty Friedman yg menciptakan solo gitar terbaik disini. Gokil dan sangat metal!
7. The spirit of Radio by Rush
Mewakili genre progresif rock, lagu ini sangat sempurna komposisinya. Cuma bertiga dan mengguncang dunia. Sangat bersemangat dan menghibur, serta gak biasa.
8. Playing God by Paramore
Satu-satunya lagu era sekarang yang nyangkut terus di kepala gue. Lagu ini dimainkan oleh band ABG beraliran emo-rock, tapi entah kenapa gue suka banget lagu ini. Gue inget pernah dengerin lagu ini berulang-ulang dalam perjalanan 7 jam kereta api dari Jakarta ke Semarang dan hingga kini masih belum bosan
9. Butterflies and Hurricane by Muse
Ini dia lagu yg membakar semangat! Liriknya sangat provokatif menyuruh kita untuk melakukan yg terbaik untuk mengubah didunia, dan menjadi didengar dunia. Bahwa hidup ini seperti perang dimana setiap saat lo bisa terancam. Hebat!
10. Aku Disini Untukmu by Dewa
Dengan kord miring, Ahmad Dhani tetep bisa bikin love song yg catchy dan komersil, tapi tetep dengan lirik yg gak biasa. Sangan berkualitas sekaligus menyenangkan untuk mendengarnya.
Industri musik dan teenager bayaran
Berita besar di dunia maya belakangan ini adalah dihapusnya layanan megaupload dan fileserve. Buat yang sering download atau upload file gratis pasti gak asing dengan website ini. Lalu apa implikasi menghilangnya mereka bagi industri musik dan musik itu sendiri?
Bahwa era digital dan internet kini berdampingan dengan dunia musik, memang bukanlah hal baru. Media penyedia layanan upload dan download gratis itu emang memungkinkan kita untuk memiliki sebuah karya dari musisi tanpa harus membelinya. Keberadaan mereka ini sangat berpengaruh terhadap penjualan album.
Jaman sekarang orang udah jarang beli album band atau musisi favoritnya di toko. Layanan download gratis memungkinkan para penggemar musik mengunduh lagu ataupun album favoritnya tanpa pertimbangan apapun. Karena gratis, orang menjadi nothing to loose dan tidak terlalu peduli akan kualitas album, yang berarti mengurangi rasa hormat mereka akan karya seni. Merekapun memiliki kemewahan untuk memiliki lagu yang mereka anggap bagus, dan tidak mengunduh lagu-lagu lainnya yang mereka tidak sukai. Ada juga sih segelintir die hard fans yang emang selalu beli album original untuk musisi yang mereka kagumi, tapi itu gak banyak.
Gak heran, penjualan album dari para musisi merosot tajam. Gak ada lagi penjualan album diatas sejuta kopi seperti jamannya album Sesuatu Yang Tertunda (Padi-2002), Bintang Lima (Dewa-2000) atau 7 Desember (Sheila on 7-2001). Apakah kebetulan jika ketiga band itu sekarang meredup karena imbas dari turunnya penjualan album?
Tidak bisa dilihat semata dari album, penghasilan dari para musisi bisa didapat dengan banyak cara. Ada RBT, iklan, radio airplay, dan tentunya tawaran manggung. Kalau dilihat secara berimbang, fenomena illegal download ini sebenarnya bisa dianggap sebagai ajang promosi gratis bagi musisi itu sendiri. Kok bisa? Jelas bisa, karena dengan demikian, musik mereka akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Orang akan banyak request ke radio, dan jika airplay mereka tinggi, mereka akan makin dikenal, otomatis tawaran manggung akan berdatangan. Tidak semata hanya mengandalkan penjualan album, bukan?
Bahwa musik sekarang sudah bukan sekedar seni, tapi juga industri. Banyak yang hidup dan makan dari sini. Bukan sekedar penjualan album, ada pula RBT, ringtones, dan bahkan penjual MP3 dan CD bajakan juga menggantungkan hidupnya disini.
Tapi bagaimanapun, pada hakikatnya musik adalah seni, yang sayang jika seni itu dirusak oleh komersialisasi. Karya yang baik akan lahir dari industri dan regulasi yang baik pula, terutama yang tidak merugikan musisi itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa apresiasi masyarakat kita terhadap musik yang berkualitas masih sangat kurang. Band-band yang berpenampilan sama dan mengusung tema lagu sama yaitu cinta picisan berkeliaran di media tv kita. Kita sebagai penonton dicekoki tayangan yang itu-itu saja. Genre sama, lagu mirip, penampilan mirip menjadi wajah dari industri musik kita saat ini.
Dengan ketiadaan fileserve dan megaupload, peluang memiliki karya cipta secara cuma-cuma kini makin tipis, dan setidaknya orang kini akan memiliki pertimbangan untuk memiliki sebuah album lagu. Karena mereka harus membeli, atau meminjam dari temannya yang membeli, mereka akan lebih menghargai suatu karya. Penyetopan layanan unduh gratis ini ternyata bisa memiliki sisi positif lain dalam bentuk apresiasi. Industri musik bisa hidup kembali.
Memang fileserve atau megaupload hanyalah sedikit media yang memungkinkan adanya illegal download atau pembajakan. Saya sendiri masih netral dalam memandang fenomena ini. Dunia internet memang memberikan konsumen banyak pilihan. Album yang bahkan belum selesai proses rekamannya pun bisa bocor melalui internet, bahkan musisi sebesar Guns and Roses sendiri pernah kecolongan.
Terdapat dua sisi berbeda akan imbas dari fenomena ini. Berapa banyak musisi potensial yang harus terkubur impiannya hanya karena demo lagunya ditolak oleh label? Jaman sekarang, merekam musik dari kamar sendiripun sudah bisa. Dengan adanya internet, siapapun bisa menelurkan karya tanpa batas dan tanpa mengandalkan label. Demokratisasi dalam dunia musik ini boleh jadi memang kurang berpihak pada musisi yang bermusikalitas bagus. Jika seorang remaja mampu terkenal hanya bermodalkan sebuah gitar kopong dan peralatan rekaman sederhana, lalu apa gunanya musisi-musisi hebat itu bersekolah musik tinggi-tinggi lalu dan menguasai instrumen sedemikian hebatnya jika karya mereka kalah laku?
Pada akhirnya, musik memang dikembalikan kepada selera pasar. Namun pasar yang mana? Media TV yang ada sekarang cenderung hanya mengakomodir pasar tertentu saja, yang sama-sama kita sering lihat di acara musik setiap pagi. Akan sangat menyedihkan jika para pengasuh acara musik itu mengajak anak-anak sekolah untuk bolos dengan iming-iming upah uang jajan dan mengajarkan mereka joget cuci-jemur. Inilah teenage abuse yang terkordinir dan sistematis. Hanya dua kalangan yang menikmati acara demikian, anak sekolah yang harusnya disekolah, dan band-band pengusung lagu cinta picisan seragam itu. Konsep inipun menjadi sesuatu yang janggal, dimana penyelenggara acara dan musisi itu sendirilah yang membayar orang untuk menonton mereka, bukannya sebaliknya. Musisi makin tidak dihargai.
Band-band yang beraliran beda dari yang ada sekarang umumnya ditolak oleh label besar, dengan alasan musiknya "terlalu keras" atau terlalu "njelimet" karena media umumnya memang tidak melihat kualitas, melainkan melihat apa yang sedang disukai oleh para penonton bayaran itu. Siapa sih yang mau bela-belain nonton pagi-pagi di mall atau di studio TV? Ya cuma teenager bayaran itu. Siapa pasar sebenarnya dari musik itupun menjadi bias. Hanya mereka yang digemari teenager bayaran itulah yang diberi kesempatan tampil di televisi, dan itulah pasar musik Indonesia sekarang.
Kekeliruan masif ini tentu gampang dilihat imbasnya. Sulit untuk melihat musisi berkualitas bertengger di top chart musik, dan sulit pula bagi mereka untuk bertahan. Dan selamat menikmati musik yang itu-itu saja.
Bahwa era digital dan internet kini berdampingan dengan dunia musik, memang bukanlah hal baru. Media penyedia layanan upload dan download gratis itu emang memungkinkan kita untuk memiliki sebuah karya dari musisi tanpa harus membelinya. Keberadaan mereka ini sangat berpengaruh terhadap penjualan album.
Jaman sekarang orang udah jarang beli album band atau musisi favoritnya di toko. Layanan download gratis memungkinkan para penggemar musik mengunduh lagu ataupun album favoritnya tanpa pertimbangan apapun. Karena gratis, orang menjadi nothing to loose dan tidak terlalu peduli akan kualitas album, yang berarti mengurangi rasa hormat mereka akan karya seni. Merekapun memiliki kemewahan untuk memiliki lagu yang mereka anggap bagus, dan tidak mengunduh lagu-lagu lainnya yang mereka tidak sukai. Ada juga sih segelintir die hard fans yang emang selalu beli album original untuk musisi yang mereka kagumi, tapi itu gak banyak.
Gak heran, penjualan album dari para musisi merosot tajam. Gak ada lagi penjualan album diatas sejuta kopi seperti jamannya album Sesuatu Yang Tertunda (Padi-2002), Bintang Lima (Dewa-2000) atau 7 Desember (Sheila on 7-2001). Apakah kebetulan jika ketiga band itu sekarang meredup karena imbas dari turunnya penjualan album?
Tidak bisa dilihat semata dari album, penghasilan dari para musisi bisa didapat dengan banyak cara. Ada RBT, iklan, radio airplay, dan tentunya tawaran manggung. Kalau dilihat secara berimbang, fenomena illegal download ini sebenarnya bisa dianggap sebagai ajang promosi gratis bagi musisi itu sendiri. Kok bisa? Jelas bisa, karena dengan demikian, musik mereka akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Orang akan banyak request ke radio, dan jika airplay mereka tinggi, mereka akan makin dikenal, otomatis tawaran manggung akan berdatangan. Tidak semata hanya mengandalkan penjualan album, bukan?
Bahwa musik sekarang sudah bukan sekedar seni, tapi juga industri. Banyak yang hidup dan makan dari sini. Bukan sekedar penjualan album, ada pula RBT, ringtones, dan bahkan penjual MP3 dan CD bajakan juga menggantungkan hidupnya disini.
Tapi bagaimanapun, pada hakikatnya musik adalah seni, yang sayang jika seni itu dirusak oleh komersialisasi. Karya yang baik akan lahir dari industri dan regulasi yang baik pula, terutama yang tidak merugikan musisi itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa apresiasi masyarakat kita terhadap musik yang berkualitas masih sangat kurang. Band-band yang berpenampilan sama dan mengusung tema lagu sama yaitu cinta picisan berkeliaran di media tv kita. Kita sebagai penonton dicekoki tayangan yang itu-itu saja. Genre sama, lagu mirip, penampilan mirip menjadi wajah dari industri musik kita saat ini.
Dengan ketiadaan fileserve dan megaupload, peluang memiliki karya cipta secara cuma-cuma kini makin tipis, dan setidaknya orang kini akan memiliki pertimbangan untuk memiliki sebuah album lagu. Karena mereka harus membeli, atau meminjam dari temannya yang membeli, mereka akan lebih menghargai suatu karya. Penyetopan layanan unduh gratis ini ternyata bisa memiliki sisi positif lain dalam bentuk apresiasi. Industri musik bisa hidup kembali.
Memang fileserve atau megaupload hanyalah sedikit media yang memungkinkan adanya illegal download atau pembajakan. Saya sendiri masih netral dalam memandang fenomena ini. Dunia internet memang memberikan konsumen banyak pilihan. Album yang bahkan belum selesai proses rekamannya pun bisa bocor melalui internet, bahkan musisi sebesar Guns and Roses sendiri pernah kecolongan.
Terdapat dua sisi berbeda akan imbas dari fenomena ini. Berapa banyak musisi potensial yang harus terkubur impiannya hanya karena demo lagunya ditolak oleh label? Jaman sekarang, merekam musik dari kamar sendiripun sudah bisa. Dengan adanya internet, siapapun bisa menelurkan karya tanpa batas dan tanpa mengandalkan label. Demokratisasi dalam dunia musik ini boleh jadi memang kurang berpihak pada musisi yang bermusikalitas bagus. Jika seorang remaja mampu terkenal hanya bermodalkan sebuah gitar kopong dan peralatan rekaman sederhana, lalu apa gunanya musisi-musisi hebat itu bersekolah musik tinggi-tinggi lalu dan menguasai instrumen sedemikian hebatnya jika karya mereka kalah laku?
Pada akhirnya, musik memang dikembalikan kepada selera pasar. Namun pasar yang mana? Media TV yang ada sekarang cenderung hanya mengakomodir pasar tertentu saja, yang sama-sama kita sering lihat di acara musik setiap pagi. Akan sangat menyedihkan jika para pengasuh acara musik itu mengajak anak-anak sekolah untuk bolos dengan iming-iming upah uang jajan dan mengajarkan mereka joget cuci-jemur. Inilah teenage abuse yang terkordinir dan sistematis. Hanya dua kalangan yang menikmati acara demikian, anak sekolah yang harusnya disekolah, dan band-band pengusung lagu cinta picisan seragam itu. Konsep inipun menjadi sesuatu yang janggal, dimana penyelenggara acara dan musisi itu sendirilah yang membayar orang untuk menonton mereka, bukannya sebaliknya. Musisi makin tidak dihargai.
Band-band yang beraliran beda dari yang ada sekarang umumnya ditolak oleh label besar, dengan alasan musiknya "terlalu keras" atau terlalu "njelimet" karena media umumnya memang tidak melihat kualitas, melainkan melihat apa yang sedang disukai oleh para penonton bayaran itu. Siapa sih yang mau bela-belain nonton pagi-pagi di mall atau di studio TV? Ya cuma teenager bayaran itu. Siapa pasar sebenarnya dari musik itupun menjadi bias. Hanya mereka yang digemari teenager bayaran itulah yang diberi kesempatan tampil di televisi, dan itulah pasar musik Indonesia sekarang.
Kekeliruan masif ini tentu gampang dilihat imbasnya. Sulit untuk melihat musisi berkualitas bertengger di top chart musik, dan sulit pula bagi mereka untuk bertahan. Dan selamat menikmati musik yang itu-itu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)